Lukisan dinding jauh lebih rentan jika dibandingkan dinding itu sendiri, maka tidak mengherankan kalau lukisan dinding dari masa Kekaisaran Roma tidak banyak yang tersisa. Banyak lukisan dinding yang masih selamat justru karena bencana alam yang membuatnya tertimbun dalam abu dan pasir, atau memang lukisan itu dibuat di bawah tanah.
Sebagai contoh yang ada di Pompeii, Doura-Europos dan Makam Romawi. Mereka tidak terlalu terkenal, tetapi mereka menunjukkan bahwa dalam komunitas Roma, sudah sewajarnya rumah didekorasi dengan lukisan. Sama halnya dengan menghias lantai dengan mozaik.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Popular Posts
-
MANADO – Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional bekerja-sama dengan Daseng Art dan Megamall menggelar Pameran Lukisan Pelajar ber...
-
Karya seni rupa, terutama karya seni rupa dua dimensi, terdiri dari unsur-unsur titik, garis, bidang, ruang, warna, tekstur, dan gelap tera...
-
Baru kemudian pada awal abad ke-20, muncullah sejumlah nama pelukis Indonesia yang dianggap pelanjut Raden Saleh. Masih sedikit jumlahnya, n...
-
Jejak panjang seni lukis modern Indonesia dirintis oleh Raden Saleh, lantas tumbuh dan berkembang sejak era naturalisme-realis Mooi Indie ...
-
Berbagai macam jenis patung terdapat di banyak wilayah yang berbeda di Asia, biasanya dipengaruhi oleh agama Hindu dan Buddha. Sejumlah be...
-
Seni Lukisan Seni lukis adalah salah satu cabang dari seni rupa . Dengan dasar pengertian yang sama, seni lukis adalah sebuah pen...
-
Kita ketahui bersama bahwa begitu banyak aliran seni melukis. Ada yang mengikuti aliran natural yaitu melukis sesuai keindahan alam dan asl...
-
Keindahan ciptaan Tuhan YME sering menjadi sumber inspirasi. Pemandangan alam yang indah baik bernuansa matahari terbit, tenggelam bahka...
-
Banyak ide baru kita bisa peroleh dan sering pula kita terperangah saat bincang-bincang yang walau awalnya hanya perajut silaturahmi atau ...
-
Simulation of the outside of the Space Shuttle as it heats up to over 1,500°C during re-entry into the Earth's atmosphere. si...




0 komentar:
Posting Komentar