Subscribe:

Jumat, 02 Maret 2012

Unsur Seni Rupa

Karya seni rupa, terutama karya seni rupa dua dimensi, terdiri dari unsur-unsurtitik, garis, bidang, ruang, warna, tekstur, dan gelap terang. Dari perpaduan selarasunsur-unsur inilah terbentuk karya-karya seni rupa yang indah.1. TitikTitik merupakan unsur rupa yang paling sederhana. Setiap menyentuhkan pensiluntuk pertama kali pada kertas akan menghasilkan titik. Unsur titik akan tampakberarti pada karya seni rupa apabila jumlahnya cukup banyak ayau ukurannyadiperbesar hingga menjadi bintik.2. GarisGaris merupakan unsur rupa yang terbuat dari rangkaian titik yang terjalinmemanjang menjadi satu. Ada empat macam garis yaitu garis lurus, garis lengkung,garis patah-patah, dan garis spiral atau pilin. Garis lurus berkesan tegas dan keras,sedangkan garis lengkung berkesan lembut dan lentur. Garis patah-patah berkesankaku, sedangkan garis spiral berkesan luwes.3. BidangBidang merupakan unsur rupa yang terjadi karena pertemuan dari beberapa garis.Bidang dapat dibedakan menjadi dua, yaitu bidang geometris dan nongeometris.Bidang geometris adalah bidang yang beraturan dan digunakan dalam ilmu ukur.Bidang nongeometris adalah bidang yang tidak beraturan. Bidang inilah yang seringkaliterdapat pada bentuk-bentuk alami.4. BentukBentuk adalah unsur seni rupa yang terbentuk karena ruang atau volume. Macam-macam bentuk dalam seni rupa adalah bentuk kubistis, silindris, bola, limas, prisma,kerucut (geometris), dan nongeometris. Unsur bentuk secara nyata diterapkan padaunsur seni patung, arsitektur, taman, interior, dan kriya.5. WarnaWarna merupakan unsur rupa yang terbuat dari pigmen (zat warna). Warna dapatdikelompokkan menjadi tiga, yaitu kelompok warna primer, sekunder, dan tersier.Warna primer (pertama) maksudnya, warna tersebut bukan terbuat dari campuranwarna lain mana pun. Kelompok warna sekunder (kedua) terbentuk dari campuranwarna primer dan warna primer lain. Warna tersier (ketiga) terjadi dari campuranwarna sekunder dengan warna sekunder lain atau dengan warna primer.Kelompok warna primer terdiri dari tiga warna, yaitu merah (magenta), kuning(yellow), dan biru (cyan). Kelompok warna sekunder terdiri dari tiga warna, yaituhijau, ungu, dan jingga. Kelompok warna tersier merupak warna-warna yang senadadengan warna sekunder namun dengan tingkat warna primer yang berbeda-beda

SENI RUPA NUSANTAR A

 
Sadarkah bila di sekitar kita banyak sekali karya seni rupa? Berbagai gambarpada buku, iklan, atau kain, lukisan, anyaman tikar atau kursi rotan, desain kamar dantaman, ataupun patung yang menghiasi rumah dan jalan merupakan hasil gagasanmanusia yang dicipta dalam rangka memenuhi kebutuhannya.Seni yang pada kegiatanpenciptaannya memerlukan koordinasi antara mata dan tangan ini disebut seni rupa.Seni rupa adalah ungkapan gagasan atau perasaan estetis dan bermakna yangdiwujudkan melalui media titik, garis, bidang, bentuk, warna, tekstur, dan gelapterang yang ditata dengan prinsip-prinsip tertentu.Seni rupa yang sering kalian lihat di kehidupan sehari-hari itu, dibagi duamenurut kegunaannya. Yakni seni rupa murni dan seni rupa terapan. Disebut seni rupamurni karena karya seni ini mengutamakan fungsi keindahan atau hanya untukdinikmati nilai atau mutu seninya dengan indera penglihatan.Sedangkan seni rupa terapan merupakan karya seni rupa yang mengutamakanfungsi pakainya selain juga dinikmati mutu seninya. Seni rupa terapan dapatdibedakan menjadi dua, yakni seni kriya/kerajinan tangan seperti ukiran, anyaman,keramik, topeng, serta batik, dan desain seperti ragam hias, produk, interior,eksterior.Berdasarkan wujud atau dimensinya, karya seni rupa dapat dibedakan menjadidua, yakni karya seni rupa dua dimensi dan karya seni rupa tiga dimensi. Disebutkarya seni rupa dua dimensi (dwimatra) karena wujud karyanya berupa bidang ataumemiliki ukuran panjang dan lebar saja. Sehingga, karya seni rupa dua dimensi hanyadapat dilihat dari satu sisi. Contoh karya seni rupa dua dimensi adalah gambar ataulukisan. Sedangkan karya seni rupa tiga dimensi (trimatra) wujud karyanya memilikiukuran panjang, lebar, dan tinggi, atau memiliki ruang (volume). Karya seni rupa tigadimensi dapat dinikmati dari berbagai sisi 

Seni patung di Eropa

Romawi Yunani Klasik

Seni patung klasik Eropa merujuk pada seni patung dari zaman Yunani Kuno, Romawi kuno serta peradaban Helenisasi dan Romanisasi atau pengaruh mereka dari sekitar tahun 500 SM sampai dengan kejatuhan Roma di tahun 476 AD, istilah patung klasik juga dipakai untuk patung modern yang dibuat dengan gaya klasik. Patung-patung klasik Eropa memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
  1. Figur badan penuh: berupa laki-laki muda atletis atau wanita telanjang.
  2. Portrait: menunjukkan tanda-tanda usia atau karakter yang kuat.
  3. Memakai kostum serta atribut dewa-dewi klasik
  4. Peduli dengan naturalisme didasari dengan observasi, seringkali memakai model sungguhan.
Bentuk patung telanjang biasanya diterima secara luas oleh masyarakat, didasari pada lamanya tradisi yang mendukungnya. Tapi adakalanya, ada yang berkeberatan dengan tema ketelanjangan ini, biasanya dari kalangan fundamentalis moral dan relijius. Contohnya, beberapa patung Yunani koleksi Vatikan dihilangkan penisnya.

Periode Gothik

Mata rantai yang menghubungkan seni, dalam hal ini adalah arsitektur, Eropa zaman pertengahan (Gothik) dengan seni arsitektur Romawi disebut dengan periode Romanesque. Karya dgseni patung Gothik awal adalah dari pengaruh agama Kristen, serta lahir dari dinding gereja dan biara. Patung yang terdapat di Chartres Cathedral (sekitar th. 1145) di Perancis merupakan karya patung awal zaman Gothik. Di Jerman, terdapat di Cathedral Bamberg dari tahun 1225. Di Inggris, karya patung hanya terbatas pada yang dipakai pada batu nisan serta dekorasi non figur (sebagian ini disebabkan karena ikonoklasme Cistercian). Di Italia, masih dipengaruh bentuk-bentuk zaman klasik, seperti yang terdapat pada mimbar Baptistery di Pisa serta di Siena.

Popular Posts

 
Free Crayon Blue Pink Cursors at www.totallyfreecursors.com